Minggu, 16 November 2025

WEB DESIGN



1. Motivasi utama membuat blog di Blogspot dan apakah tujuan tercapai

Motivasi saya adalah ingin memiliki ruang pribadi untuk menulis, berbagi ide, serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi orang lain. Tujuan itu cukup tercapai karena blog membantu saya menyampaikan tulisan dan bahkan mendapatkan pembaca yang memberikan respons positif.


2. Bagian paling menantang dalam membuat blog dan cara mengatasinya

Bagian paling menantang adalah memahami fitur Blogspot, mengatur template, dan menata tampilan agar terlihat rapi. Saya mengatasinya dengan mencari tutorial, mencoba berbagai pengaturan, dan bereksperimen sampai menemukan tampilan yang sesuai.


3. Cara memilih tema, desain, dan tata letak blog

Saya memilih tema yang sederhana, bersih, dan mudah dibaca. Desain ini mencerminkan kepribadian saya yang menyukai tampilan minimalis dan teratur. Warna, font, dan layout saya pilih agar nyaman bagi pembaca dan sesuai dengan tujuan blog untuk berbagi informasi.


4. Pengalaman paling berharga saat menulis dan mempublikasikan konten

Pengalaman berharga saya adalah perasaan puas saat berhasil menerbitkan tulisan yang bermanfaat serta mendapatkan komentar atau respons positif dari pembaca yang merasa terbantu.


5. Pelajaran tentang manajemen konten, konsistensi, dan kreativitas

Saya belajar bahwa konsistensi sangat penting, baik dalam jadwal posting maupun kualitas tulisan. Selain itu, kreativitas ikut berkembang saat menentukan judul, memilih gambar, menyusun paragraf, dan merencanakan topik-topik baru.


6. Hal yang ingin dilakukan berbeda jika membuat blog lagi

Jika membuat blog baru, saya ingin memulai dengan perencanaan yang lebih matang—menentukan niche yang lebih spesifik, menyiapkan daftar artikel jangka panjang, dan memilih template profesional sejak awal.


7. Pengaruh pengalaman ini terhadap keterampilan digital

Pengalaman ini meningkatkan kemampuan saya dalam menulis online, mengedit gambar, memahami dasar desain web, mengatur layout, dan sedikit mengenal HTML. Semua itu membuat saya lebih terampil dalam dunia digital.


8. Apakah blog membantu mengekspresikan ide dengan lebih jelas

Ya, blog sangat membantu. Menulis membuat saya mengatur ide secara lebih terstruktur sehingga opini dan pemikiran bisa disampaikan dengan lebih jelas dan mudah dipahami orang lain.


9. Pengaruh membuat blog terhadap pandangan tentang kehadiran online

Pengalaman ini membuat saya menyadari bahwa kehadiran online itu penting. Internet bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga ruang untuk berbagi informasi dan memberikan manfaat. Bahkan sebuah blog kecil pun bisa membantu seseorang yang sedang mencari jawaban.



Minggu, 07 September 2025

Tentang SMAN 1 SUMATERA BARAT

 Sejarah

SMAN 1 Sumatera Barat adalah buah pemikiran dari Bapak Zainal Bakar semasa beliau menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat. Beliau prihatin dengan semakin minimnya putra Minangkabau yang berkecimpung di tingkat nasional. Berbeda jauh dengan zaman revolusi dimana putra-putri Minangkabau selalu memegang peranan penting. Maka dicanangkanlah pembangunan sekolah-sekolah unggul yang akan dikelola langsung oleh Pemerintah provinsi Sumatera Barat. Sekolah-sekolah tersebut direncanakan akan dibangun di Padang Panjang, Solok, Padang dan Lubuk Sikaping. Karena gedungnya belum ada, maka untuk melaksanakan misi ini dipilihlah SMAN 1 Padang Panjang untuk menyaring siswa-siswa terbaik tamatan SMP/MTs dari seluruh Sumatera Barat sebanyak 1 (satu) kelas yang dibiayai oleh Pemerintah Provinsi.

Pada masa jabatan gubernur dipegang oleh Bapak Gamawan Fauzi, mulailah dibangun gedung-gedung sekolah yang dimaksud. Untuk daerah Padang Panjang dan Solok pembangunan dimulai pada tahun 2008. Untuk Lubuk Sikaping pembangunan dimulai pada tahun 2009, sedangkan untuk daerah Padang pembangunan gagal karena tidak tersedianya lokasi.

Dari sekolah-sekolah yang baru dibangun tersebut baru sekolah yang di Padang Panjang dan Solok yang dioperasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan diberi nama SMAN 1 Sumatera Barat. Smansa Sumbar mulai menerima Siswa Baru pada tahun pelajaran 2011-2012 sebanyak 60 orang siswa.


Kegiatan akademis

1.SUKSES UTBK

Melalui program ini SMAN 1 SUMBAR berhasil menjadi sekolah peraih nilai UTBK tertinggi untuk tingkat provinsi Sumatera Barat, peringkat 2 untuk tingkat Sumatera dan peringkat 42 nasional.

2.PEMBINAAN OLIMPIADE SAINS

Peserta didik yang berbakat dibina secara sistematis bekerja sama dengan lembaga yang kompeten. Program ini berhasil menyumbangkan banyak medali baik di tingkat nasional maupun internasional

3.PEMBINAAN KARYA TULIS ILMIAH

Pembinaan karya tulis ilmiah ini diperuntukkan bagi setiap peserta didik yang berminat dan sejauh ini telah berhasil beberapa kali memperoleh penghargaan di tingkat nasional.

4.PEMBINAAN TOEFL

SMAN 1 SUMBAR bekerja sama dengan lembaga TOEFL yang kredibel untuk memberikan pelatihan TOEFL kepada para peserta didik dalam rangka mempersiapkan mereka menghadapi persaingan global.

Kegiatan Non Akademis

1.TAHFIDZ QURAN

SMAN 1 SUMBAR bekerja sama dengan lembaga yang kompeten untuk melaksanakan pembinaan tahfiz Quran kepada seluruh peserta didik dengan target tambahan hafalan sebanyak 3 juz dalam 3 tahun.

2.BIMBINGAN KELOMPOK BERKARAKTER

Setiap peserta didik dikelompokkan dalam beberapa kelompok kecil di asrama dan diberi pembinaan serta evaluasi terhadap kegiatan ibadah mereka setiap minggunya.

Kegiatan Asrama

1. Bimbingan Karakter Asrama (BKA)

Setiap peserta didik di bagi berkelompok dan memiliki satu mentor untuk berdiskusi terkait ilmu islam dan untuk evaluasi ibadah mingguan.

2. IMTAQ

Kajian mingguan membahas tentang fiqh, akidah, dan sejarah islam


Kelas 10 "EPICHEIRIS"

 Pengalaman Belajar di Kelas 10


Masuk ke kelas 10 adalah salah satu momen yang paling berkesan dalam hidupku. Rasanya seperti naik ke level baru setelah melewati masa SMP. Ada banyak perubahan yang aku rasakan, mulai dari suasana sekolah, cara belajar, sampai lingkungan pertemanan.


Tantangan Baru


Di kelas 10, pelajaran jadi lebih mendalam dan menantang. Kalau di SMP dulu kita masih belajar dasar-dasarnya, sekarang semuanya terasa lebih serius. Misalnya, Matematika punya rumus yang lebih kompleks, Fisika mulai mengenalkan eksperimen yang bikin pusing sekaligus seru, dan Bahasa Indonesia menuntut kita lebih kritis dalam menulis.


Pertemanan


Hal yang paling aku syukuri adalah punya kesempatan kenalan dengan banyak teman baru. Ada yang berasal dari SMP berbeda, jadi bisa saling bertukar cerita dan pengalaman. Walau awalnya canggung, lama-lama terasa nyaman karena kita sering belajar, bercanda, bahkan stres bareng saat ada ujian.


Pelajaran Hidup


Selain belajar materi sekolah, aku juga belajar banyak hal tentang kehidupan. Misalnya, cara mengatur waktu supaya tugas tidak menumpuk, bagaimana menghadapi guru dengan cara yang sopan, serta belajar tanggung jawab dalam setiap kegiatan.


Harapan ke Depan


Aku berharap kelas 10 ini bisa menjadi fondasi kuat untuk melanjutkan ke kelas 11 dan 12. Semoga semua pengalaman ini bisa jadi bekal, bukan hanya untuk nilai rapor, tapi juga untuk kehidupan sehari-hari

Minggu, 24 Agustus 2025

Seni menikmati hidup

 Seni Menikmati Hidup di Era Serba Cepat


Di tengah derasnya arus informasi, deadline pekerjaan, dan notifikasi media sosial yang tak pernah berhenti, kita sering lupa satu hal sederhana: menikmati hidup. Hidup seolah jadi sekadar daftar tugas yang harus diselesaikan, bukan perjalanan yang layak dirasakan setiap momennya.


Padahal, seni menikmati hidup bukan soal punya banyak uang, traveling ke luar negeri, atau membeli barang mewah. Ia justru sering bersembunyi dalam hal-hal kecil yang sering kita anggap biasa.


1. Melambat Sejenak


Cobalah sesekali lepas dari layar ponsel. Jalan kaki tanpa tujuan tertentu, hirup udara pagi, atau sekadar duduk sambil menyeruput kopi hangat. Hal-hal sederhana ini bisa jadi pengingat bahwa dunia tak selalu harus dikejar, kadang cukup dirasakan.


2. Menghargai Proses, Bukan Hanya Hasil


Kita sering terjebak pada target—nilai bagus, gaji tinggi, followers banyak. Tapi kebahagiaan justru hadir saat kita memberi makna pada proses: belajar dengan sabar, bekerja dengan hati, atau membangun hubungan dengan tulus.


3. Bersyukur pada Hal Kecil


Senyum orang asing, lagu lama yang tiba-tiba terdengar, atau hujan sore yang menenangkan—semua itu bisa jadi sumber bahagia kalau kita mau berhenti sejenak untuk merasakannya.


4. Menjadi Hadir Penuh


Banyak orang hidup setengah-setengah: tubuhnya ada, pikirannya melayang ke masa lalu atau masa depan. Padahal, seni hidup ada pada hadir penuh di momen sekarang. Entah sedang makan, mengobrol, atau bahkan sekadar mendengarkan suara hujan.

Perbedaan silat dengan silat Minangkabau



Perbedaan Silat Biasa dengan Silat Minangkabau

1. Latar Belakang dan Asal Usul

  • Silat Biasa (Umum):
    Silat berkembang di berbagai daerah Nusantara seperti Jawa, Sunda, Betawi, Bugis, dan Melayu. Setiap daerah punya gaya sendiri sesuai budaya, adat, dan kondisi geografis.

  • Silat Minangkabau (Silek):
    Berasal dari ranah Minangkabau, Sumatera Barat. Silek tidak hanya seni bela diri, tapi juga bagian dari adat Minang yang berlandaskan falsafah “alam takambang jadi guru” (alam terbentang menjadi guru).


2. Filosofi dan Nilai Hidup

  • Silat Biasa:
    Umumnya mengajarkan ketangkasan, pertahanan diri, serta nilai moral dasar seperti disiplin, keberanian, dan sportivitas.

  • Silat Minangkabau:
    Lebih menekankan pada keseimbangan hidup, kebijaksanaan, serta adat. Silek sering dihubungkan dengan pepatah adat Minang seperti “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”. Artinya, selain bela diri, silek menanamkan akhlak, kerendahan hati, dan hubungan erat dengan agama.


3. Teknik dan Gerakan

  • Silat Biasa:
    Cenderung bervariasi tergantung aliran. Ada yang menonjolkan kecepatan, ada yang menekankan tenaga dalam, ada pula yang fokus pada kuda-kuda tegap dan pukulan keras.

  • Silat Minangkabau:
    Gerakan khasnya rendah (banyak di bawah), lincah, dan memanfaatkan kelenturan tubuh. Banyak teknik serangan menggunakan kaki untuk menjegal lawan, sesuai kondisi Minangkabau yang berbukit dan penuh batu licin.


4. Fungsi Sosial dan Budaya

  • Silat Biasa:
    Lebih sering dijadikan seni pertunjukan, olahraga tanding, atau bela diri pribadi.

  • Silat Minangkabau:
    Selain pertunjukan dan pertahanan diri, silek adalah bagian dari adat. Ia hadir dalam upacara adat, pengukuhan penghulu, hingga acara nagari. Silek juga dianggap sebagai bekal hidup perantau Minang agar pandai menjaga diri dan bermasyarakat.


5. Perkembangan Modern

  • Silat Biasa:
    Banyak diformalkan dalam bentuk olahraga internasional (misalnya pencak silat di Asian Games dan SEA Games).

  • Silat Minangkabau:
    Meski juga ikut berkembang ke ranah olahraga, tetapi tetap mempertahankan akar budaya. Di kampung-kampung Minang, silek masih diajarkan di surau (musholla) oleh guru silek, sebagai bagian dari pendidikan adat dan agama.


Kesimpulan:
Silat secara umum adalah seni bela diri Nusantara yang kaya ragam dan fungsi. Namun, silat Minangkabau memiliki kekhasan tersendiri: falsafah hidup Minang, teknik rendah dan lincah, serta fungsi budaya yang erat dengan adat dan agama.



Falsafah Jo Nilai

.


Falsafah jo Nilai dalam Silek Minangkabau


Silek Minangkabau bukan hanya seni bakalaga (bertarung) atau ilmu mempertahankan diri, tapi sebuah jalan hidup yang sarat makna. Urang Minang menyebutnya sebagai “paga diri, paga nagari” — pagar bagi diri sendiri sekaligus bagi masyarakat.

1. Alam Takambang Jadi Guru

Falsafah utama dalam Silek Minang adalah “Alam takambang jadi guru”. Artinya, semua yang ada di alam bisa dijadikan pelajaran. Gerakan silek terinspirasi dari alam, seperti:

✅️Kelincahan kuciang (kucing),

✅️Kegesitan ular,

✅️Kekuatan harimau,

✅️Keluwesan aliran air.

Dari sini, silek bukan sekadar meniru gerakan, tetapi mengajarkan manusia untuk belajar dari pengalaman, mengamati sekitar, dan menyesuaikan diri dengan keadaan.

2. Nilai Adat jo Budi Pekerti

Silek erat dengan adat Minangkabau. Seorang murid silek (anak silek) dibentuk bukan hanya secara fisik, tapi juga moral. Nilai yang diajarkan, antara lain:

Nan tuo dihormati, nan ketek disayangi → menghargai orang tua dan menyayangi yang muda.

Indak kayu janjang dikapiang, indak ado batangnyo dililitkan → bijak mencari solusi dalam kesulitan.

Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang → semangat gotong royong dan kebersamaan.

3. Pengendalian Diri

Walaupun silek identik dengan pertarungan, falsafahnya justru mengajarkan pantang mendahului. Seorang anak silek hanya akan berkelahi bila terpaksa, karena tujuan utama silek adalah menahan diri, bukan menyerang. Pepatah Minang berkata:

“Silek indak untuak maang, silek untuak malindungi.”

(Silat bukan untuk menyakiti, tetapi untuk melindungi).

4. Keseimbangan Jasmani jo Rohani

Latihan silek mencakup gerakan tubuh, pernapasan, serta doa. Ini melatih keseimbangan antara fisik, pikiran, dan spiritual. Dengan begitu, silek melahirkan pribadi nan sabar, berani, tapi tetap rendah hati.

5. Jati Diri Urang Minang

Silek menjadi bagian dari cara hidup masyarakat Minangkabau. Ia membentuk identitas bahwa urang Minang adalah pribadi yang: Tangguh dalam menghadapi tantangan, Bijak dalam mengambil keputusan, Santun dalam bergaul, Setia pada adat dan agama.

Minggu, 03 Agustus 2025

CONTACT ME

    nomor telepon : 0811792505


Instagram : @anafsalll


Email : radjasalut01@gmail.com

WEB DESIGN

1. Motivasi utama membuat blog di Blogspot dan apakah tujuan tercapai Motivasi saya adalah ingin memiliki ruang pribadi untuk menulis, be...